The Devil Wears Prada – Lauren Weisberger

tdwp
womanandhome.media.ipcdigital.co.uk

Judul: The Devil Wears Prada
Penulis: Lauren Weisberger
Penerbit: Harper
Tahun terbit: 2003
Bahasa: Inggris

Review

Novel ini menceritakan tentang Andrea, seorang mahasiswi yang ingin bekerja di bidang jurnalistik, yang kemudian malah mendapat pekerjaan pertama sebagai asisten editor di majalah fashion ternama di New York.

Pekerjaan ini dan atasan Andrea-lah yang menjadi inti utama cerita. Tekanan, kehidupan, dan lifestyle di dunia fashion dikupas oleh penulis.

Dari segi bahasa, buku ini enak dibaca. Bahasanya mudah dipahami, banyak jokes yang terselip yang sangat menghibur pembaca.

 

Tentang Lauren Weisberger

Lauren Weisberger, seorang jurnalis sekaligus novelis, dilahirkan di Pennsylvania, US, pada 28 Maret 1977. Setelah lulus dari jurusan Bahasa Inggris di Cornell University, pekerjaan pertama yang dia dapat yaitu menjadi asisten Anna Wintour, editor in chief majalah Vogue.

Dia sudah menulis beberapa buku. Tahun 2013 lalu dia merilis bukunya yang berjudul Revenge Wears Prada. (Kurang tau sih apakah itu sekuelnya TDWP – The Devil Wears Prada- atau bukan).

 

Adaptasi ke film

Novel TDWP ini diadaptasi ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 2006, 3 tahun setelah buku ini diterbitkan pertama kali. Sayangnya, film ini tidak memiliki jalan cerita yang 100% sama dengan versi novelnya.

Mana yang lebih menarik? Menurut saya, bukunya. Overall, the movie is less dramatic. Di versi film, Miranda Priestly tidak semengerikan yang di buku. Terutama scene saat Andrea mau resign dari perusahaan. Tapi ya lumayan lah ada gambaran visualnya, jadi bisa membayangkan.

Siap-siap untuk tidak terkejut kalau banyak adegan di buku yang tidak ditampilkan.

 

Favorit lines

I knew things were changing for me – I just wasn’t sure it was for the better.

She had that rare, charming quality of being able to laugh at herself and everyone else.

Is ninety-nine percent the same as a hundred? Is it the same as confirmed?

When in doubt (and you never should be), better to be underdressed in something fabulous than overdressed in something fabulous.

….. the phrase ‘I’m not sure how’ or ‘that’s not possible’ was simply not an option.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s